Kalau lagi enak ngomong
Tinggal dikte:
“36 oklusal karies.”
AsisDent otomatis bantu petakan problem gigi pada permukaan yang sesuai.
Lanjut periksa gigi lain. Nggak perlu berhenti cuma buat input satu temuan.
Dokter cukup dikte temuan saat pemeriksaan, lalu sistem otomatis bantu menempatkannya ke gigi dan permukaan spesifik yang sesuai.
Jadi nggak perlu tiap kali:
Apalagi kalau pasiennya banyak. Gak ada lain solusinya: coba AsisDent.
“36 oklusal karies.”
↓ dipetakan otomatis
Dalam odontogram, posisi mesial dan distal bukan sekadar beda istilah. Begitu juga bukal dan lingual.
Salah posisi sedikit, nanti buka catatan malah mikir:
“Ini tadi sebenarnya sebelah mana, ya?”
AsisDent otomatis bantu tempatkan temuan ke posisi permukaan yang sesuai, jadi pencatatannya lebih rapi dan gampang dicek ulang.
Dan kalau ternyata emang perlu dibenerin? Tinggal klik bagian giginya. Edit. Selesai. Nggak perlu ribet ulang dari awal.
AsisDent ngikutin cara kerja dokter, bukan sebaliknya.
Tinggal dikte:
“36 oklusal karies.”
AsisDent otomatis bantu petakan problem gigi pada permukaan yang sesuai.
Lanjut periksa gigi lain. Nggak perlu berhenti cuma buat input satu temuan.
Input manual dengan teks tetap tersedia.
Karena kita tahu, nggak semua dokter nyaman ngomong ke device setiap saat. Ada Dokter lebih seneng perawatnya atau asistennya yang ngetik, karena khawatir suaranya kurang kedengeran di gadget.
AsisDent ngikutin cara kerja dokter, bukan sebaliknya.
Odontogramnya tetap bisa diedit langsung.
Jadi hasil input bukan berarti hasilnya kaku ga bisa disempurnakan lagi. Dokter tetep punya kontrol penuh.
Karena waktu dokter sering habis cuma buat meriksa. Terus lagi yang bikin capek di bagian setelahnya:
Bikin input odontogram → mikirin rencana perawatan dan follow-up untuk visit selanjutnya.
Satu pasien mungkin nggak terasa. Coba dikalikan puluhan pasien. Baru kerasa.
Waktu yang harusnya bisa dipakai buat pasien berikutnya, analisa kasus, atau follow-up, malah habis buat pekerjaan yang repetitif berulang.
Pemeriksaan bukan cuma soal:
“Hari ini pasien punya karies di gigi mana?”
Tapi juga:
“Habis ini pasien perlu dijadwalkan untuk apa lagi?”
Kalau kondisi pasien tercatat dengan rapi, otomatis lebih gampang buat lihat kembali. Dokter atau admin Dokter bisa langsung mapping rencana:
Karena ujung-ujungnya, pasien yang datang lagi untuk perawatan punya nilai yang jauh lebih besar daripada biaya aplikasi ini.
Nilainya cuma 2-3x biaya ngopi / ngeteh kekinian. Bedanya, kopi habis. AsisDent bisa Dokter pakai sepuasnya.
Kalau dari satu follow-up saja dokter berhasil bawa pasien kembali ke praktek Dokter, hasilnya jauh lebih besar daripada biaya aplikasi ini.
Atau justru terlalu kecil dibanding peluang yang hilang karena data pasien engga tercatat dan ditindaklanjuti dengan baik?
Promo launching — hanya bulan ini.
Aktif 30 hari per pembayaran. Tanpa kontrak — berhenti kapan saja dengan tidak memperpanjang.
Faktur/tanda terima pembayaran tersedia bila diperlukan.
Pembayaran via transfer bank. Akun diaktifkan setelah pembayaran dikonfirmasi. Aktivasi dilakukan pada hari yang sama setelah pembayaran dikonfirmasi. Tidak ada masa uji coba gratis; akses terbuka setelah pembayaran dikonfirmasi.
Nggak perlu kehilangan fokus ke pasien hanya karena harus input temuan satu per satu, gigi per gigi.
Periksa → dikte AsisDent → lanjut periksa → AsisDent akan dengerin Dokter terus.
Waktu klinikmu terbatas. Sudah ada temen yang antre cubicle / dental unit.
Gara-gara terlalu lama sibuk catat odontogram sambil pegang kaca mulut, tiba-tiba waktu habis. Nilai dari dosen pembimbing bisa tertunda.
Gunakan waktu berhargamu untuk pahami kasus, analisa kasus, dan diskusi dengan pembimbing.
Kalau daftar pasiennya banyak, pekerjaan input manual jadi tidak detail, data masuk kurang lengkap.
AsisDent membantu bikin pencatatan lebih praktis tanpa hilangkan pilihan untuk edit manual.
Untuk mengurangi pekerjaan yang seharusnya tidak perlu menghabiskan banyak waktu, AsisDent membantu mencatat dan memetakan temuan.
Dokter tetap yang memeriksa.
Dokter tetap yang mengoreksi.
Dokter tetap yang menentukan diagnosis tetap dan rencana perawatan definitif.
App-nya cuma bagian membantu. Dokternya tetap gagah pegang kendali.
Dan paling penting: nggak perlu belajar sistem yang ribet dulu.
Semuanya tetap di satu tempat.
Dokter bisa rasakan sendiri bedanya: waktu temuan yang biasanya harus dicatat satu per satu bisa langsung otomatis dipetakan ke odontogram secara real time.
Dikte suara bekerja paling baik di Google Chrome atau Microsoft Edge versi terbaru. Bila browser Anda belum mendukung, kolom teks tetap tersedia untuk menulis atau menempel kalimat hasil dikte.
Dikte suara memerlukan koneksi internet karena pengenalan suara diproses oleh browser. Bila koneksi terputus sementara, temuan yang sudah masuk tetap aman.
Data pasien yang Anda input tersimpan di perangkat Anda sendiri (di dalam browser), bukan di server kami. AsisDent tidak mengumpulkan maupun menyimpan data pasien di servernya, sehingga tidak ada data pasien yang berpindah tangan. Laporan tetap dapat Anda ekspor sebagai PDF untuk arsip, dan sebaiknya simpan salinan pada perangkat yang Anda kelola sendiri.
Tinggal klik sisi gigi yang dimaksud pada odontogram, lalu ubah temuannya. Tidak perlu mengulang dari awal, dan tersedia tombol Batal (Undo) bila perlu dikembalikan.
Tidak. AsisDent adalah alat bantu pencatatan. Assessment, diagnosis tegak, dan rencana perawatan definitif tetap menjadi kuasa dan tanggung jawab dokter gigi atau dokter gigi spesialis.
Daftar akun, transfer sesuai nominal ke rekening yang tertera pada halaman langganan Anda, lalu laporkan pembayaran tersebut dari halaman yang sama. Setelah dikonfirmasi, akun Anda diaktifkan dan aplikasi bisa dibuka.
Bisa. Anda hanya perlu tidak memperpanjang. Setelah masa aktif berakhir, akses aplikasi berhenti. Data pasien yang ada di perangkat Anda tetap ada dan tetap milik Anda.